Melihat pesatnya pertumbuhan sektor usaha, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta ekspansi perusahaan multinasional di Bali, ASUS Indonesia secara agresif memperkuat penetrasi pasar komputasi di Pulau Dewata. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengenalan lini laptop kelas bisnis dan seri premium ultra yang telah dipersenjatai dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) terkini.

Head of Public Relations and Corporate Communications ASUS Indonesia, Muhammad Firman, menjelaskan bahwa Bali memiliki karakteristik pasar yang sangat spesifik. Para pelaku usaha di wilayah ini dinilai semakin menyadari pentingnya aspek ketahanan (durability) dan sistem keamanan data (security) tingkat tinggi yang biasanya tidak ditemukan pada laptop kategori konsumen biasa. Hal ini disampaikannya dalam acara temu media di Badung, Bali, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, Bali menempati posisi strategis dalam peta penjualan nasional ASUS, dengan konsisten berada di peringkat keenam atau ketujuh secara nasional. Kontribusi terbesar penjualan masih didominasi oleh wilayah Jabodetabek, diikuti oleh Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat, serta kawasan Indonesia Timur dan Nusa Tenggara. Potensi UMKM dan banyaknya kantor cabang perusahaan multinasional di Bali menjadi pemantik utama ASUS untuk lebih serius menggarap pasar korporasi lokal.

Menjawab kebutuhan komputasi modern, produsen teknologi ini memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra dan lini premium ASUS Zenbook Pro. Keunggulan utama dari seri ini adalah kemampuannya menjalankan pemrosesan Agentic AI secara luring (offline) berkat kapasitas RAM hingga 64 GB, di mana memori tersebut dapat dialokasikan sebagai VRAM hingga 56 GB guna menopang kinerja pemrosesan kecerdasan buatan secara mandiri tanpa ketergantungan koneksi internet.

Di tengah tren kenaikan harga komponen global seperti RAM dan SSD akibat tingginya permintaan industri AI, ASUS menerapkan strategi harga yang kompetitif. Salah satu produk unggulannya, ASUS ExpertBook Ultra dengan spesifikasi tertinggi, dibanderol pada kisaran Rp82 juta—nilai yang diklaim jauh lebih ekonomis dibandingkan kompetitor sekelas yang menembus angka di atas Rp100 juta. Dengan portofolio produk yang variatif, ASUS optimistis dapat merealisasikan target penjualan hingga ribuan unit di seluruh Indonesia hingga penghujung tahun.