Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kesiapan fasilitas penunjang terus dimatangkan. Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian utama adalah jaminan pelayanan kesehatan bagi ratusan ribu muktamirin (peserta) dan muhibbin (penggembira) yang diprediksi memadati Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Sepanjang jalur menuju pusat kegiatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, puluhan posko kesehatan mandiri mulai didirikan oleh berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga partai politik. Kehadiran posko-posko ini terlihat sejak pintu keluar tol Jombang hingga ke titik-titik strategis pelaksanaan acara.
Koordinator Kesehatan Panitia Muktamar NU ke-35, Gus Zulfikar As'ad, menjelaskan bahwa posko-posko tersebut beroperasi secara penuh selama 24 jam dengan menyiagakan dokter, perawat, serta armada ambulans yang siap sedia menghadapi situasi darurat. Selain penanganan medis, posko-posko relawan tersebut juga menyediakan fasilitas penunjang gratis seperti air minum bagi para pelintas jalan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kepadatan lalu lintas dan mobilitas massa, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) juga bergerak aktif. Mereka telah memetakan sedikitnya sepuluh titik krusial yang menjadi jalur kedatangan utama peserta, mulai dari bandara, stasiun kereta api, hingga area peristirahatan (rest area) di sepanjang jalan tol.
Sementara itu, khusus di area utama pelaksanaan Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, panitia menyiagakan tiga posko kesehatan utama. Posko-posko ini didukung penuh oleh jaringan rumah sakit NU dan lembaga kesehatan dari berbagai daerah yang bertugas secara bergantian untuk memastikan pelayanan medis berjalan tanpa henti.