Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pelayanan kesehatan primer yang diinisiasi oleh Kota Pariaman, Sumatera Barat. Melalui program "Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis" (JEMPOL CKG) yang digagas Puskesmas Marunggi, pemerintah daerah dinilai sukses mentransformasi layanan deteksi dini penyakit langsung ke pemukiman dan tempat kerja warga.

Apresiasi ini mengemuka dalam rapat koordinasi virtual yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI dari Ruang Rapat Walikota Pariaman pada Kamis (21/8/2026). Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kemenkes RI, akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), serta tim teknis nasional. Pemaparan program dibawakan oleh Fitriyanti, SKM, didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kota Pariaman dan Puskesmas Marunggi.

Langkah aktif petugas medis dalam mendatangi warga terbukti mendongkrak indeks kesehatan daerah secara signifikan. Angka cakupan pemeriksaan kesehatan (CKG) di Kota Pariaman sukses menyentuh 47,6 persen. Persentase ini tidak hanya melampaui rata-rata pencapaian Provinsi Sumatera Barat yang berada di angka 38,7 persen, tetapi juga melampaui target nasional sebesar 36 persen.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penanganan pascaskrining yang terintegrasi. Kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus langsung ditindaklanjuti melalui program pendampingan "SAHABAT OBAT" dan kunjungan rumah berkala, dengan tingkat keberhasilan tata laksana mencapai lebih dari 85 persen. Seluruh pencatatan data medis juga telah digitalisasi secara real-time memanfaatkan platform SIPINTER ILP.

Transformasi layanan yang cepat dan responsif ini mendapat respons positif dari masyarakat, terbukti dari indeks kepuasan publik yang mencapai 94,5 persen dengan kategori Sangat Baik. Model integrasi layanan primer berbasis komunitas ini diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas.