Kebiasaan menikmati kopi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, bagi pencinta kopi pekat seperti espresso, sebuah penelitian terbaru memberikan peringatan penting. Mengonsumsi tiga hingga lima cangkir espresso setiap hari ditengarai dapat memicu kenaikan kadar kolesterol total dalam tubuh, dengan dampak yang lebih signifikan terlihat pada kelompok pria.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal medis Open Heart, kenaikan kadar kolesterol ini erat kaitannya dengan senyawa alami yang terkandung dalam biji kopi, yaitu diterpen, cafestol, dan kahweol. Senyawa-senyawa ini diketahui dapat mengganggu proses metabolisme lipid dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Menariknya, kadar zat-zat tersebut sangat dipengaruhi oleh metode penyeduhan kopi yang dipilih.

Metode penyeduhan tanpa filter, seperti menggunakan alat french press atau kopi rebus, menyisakan konsentrasi cafestol dan kahweol hingga 30 kali lebih tinggi dibandingkan kopi yang disaring dengan kertas filter. Kopi plunger atau french press terbukti memberikan dampak peningkatan kolesterol yang lebih besar dibandingkan kopi saring atau kopi instan, baik pada pria maupun wanita.

Ahli gizi menyarankan individu yang memiliki riwayat kolesterol tinggi untuk membatasi konsumsi espresso maksimal dua cangkir saja per hari. Kendati demikian, konsumsi kopi dalam batas wajar—sekitar satu hingga empat cangkir sehari—tetap memiliki manfaat bagi kesehatan jantung karena kandungan fitokimianya yang kaya akan antioksidan, asalkan disajikan dengan metode penyaringan yang tepat.

Menjaga kolesterol dalam batas normal sangat krusial untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung. Sebagai panduan medis, kadar kolesterol total orang dewasa sebaiknya berada di bawah 200 mg/dL dengan LDL kurang dari 100 mg/dL. Di samping membatasi asupan kopi tanpa filter, penerapan gaya hidup sehat seperti menghindari lemak trans juga sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas lemak darah.