H. Muhammad Yudi Ali Akbar, S.Sos.I., M.Si., seorang dosen dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang menyoroti pentingnya dakwah Islam dalam mendukung kesehatan mental masyarakat. Sidang terbuka promosi doktor tersebut berlangsung khidmat di Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Jakarta pada Sabtu (14/2/2026).
Penelitian ilmiah ini dilatarbelakangi oleh kian kompleksnya dinamika gangguan kesehatan mental di tengah masyarakat saat ini. Tekanan ekonomi, konflik keluarga, tuntutan pekerjaan yang tinggi, hingga dampak dari pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi faktor pemicu utama. Dalam situasi ini, nilai-nilai keagamaan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi jangkar penyelamat bagi kondisi psikologis individu.
Melalui disertasinya yang berjudul "Relevansi Dakwah Islam dalam Mendukung Kesehatan Mental di Indonesia", Muhammad Yudi memaparkan bahwa dakwah tidak boleh sekadar dipahami sebagai proses transfer dogma agama. Dakwah harus dikonseptualisasikan sebagai pendekatan holistik yang menyentuh aspek spiritual, psikologis, dan sosial penerimanya (mad'u). Penguatan nilai-nilai seperti sabar, syukur, tawakal, dan penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) terbukti efektif membangun ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Hasil penelitian ini juga merekomendasikan perlunya reformasi dalam cara penyampaian dakwah. Para dai diharapkan memiliki literasi yang baik mengenai kesehatan mental agar mampu menyusun pesan keagamaan secara humanis, empatik, dan komunikatif. Pendekatan yang peka terhadap kondisi psikologis masyarakat dinilai jauh lebih efektif dibanding metode dakwah konvensional.
Keberhasilan promosi doktor ini turut disaksikan langsung oleh jajaran Dekanat serta rekan sejawat dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan UAI. Temuan dalam kajian akademis ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu dakwah sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam penanganan isu-isu kesehatan mental di Indonesia.