Kepanikan menyelimuti kawasan komersial sekitar Stasiun Grand Central, Manhattan, New York, pada Selasa (7/7/2026) setelah sebuah gedung pencakar langit yang tengah menjalani proses renovasi dilaporkan mengalami guncangan dan pergerakan struktur yang tidak wajar. Otoritas setempat segera mengambil langkah antisipasi dengan mengevakuasi penghuni, pekerja, serta masyarakat di sekitar hotel, sekolah, dan pusat bisnis terdekat.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa kondisi bangunan saat ini dalam status tidak stabil. Pemeriksaan teknis menemukan adanya dua kolom struktural yang bengkok, munculnya retakan pada dinding, serta ambruknya beberapa lantai bagian dalam. Mamdani menegaskan bahwa tim pemantau di lapangan bahkan sempat mendeteksi pergerakan lanjutan pada kolom yang rusak tersebut pasca-evakuasi.
Bangunan yang tengah direnovasi tersebut dulunya merupakan kantor pusat perusahaan farmasi Pfizer. Proyek ambisius ini bertujuan mengonversi gedung tersebut menjadi kompleks hunian apartemen terbesar di New York dengan target 1.600 unit yang rampung pada awal 2027. Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada korban luka, dan seluruh pekerja proyek telah terdata dengan selamat.
Menanggapi situasi darurat ini, pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran melakukan penutupan akses di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi. Tim ahli konstruksi dan insinyur struktur dikerahkan untuk melakukan penilaian melalui drone dan berencana memasang penyangga darurat guna mengamankan bangunan dari ancaman keruntuhan lebih lanjut.
Dugaan sementara mengenai penyebab kerusakan muncul dari serikat pekerja Steamfitters Local 638, yang menyebut adanya penambahan beban berlebih pada struktur bangunan lama selama proses konversi. Meski demikian, pihak pengembang, Metroloft, memberikan klarifikasi bahwa insiden tersebut hanya berdampak pada sebagian kecil area proyek dan menegaskan bahwa secara keseluruhan struktur gedung utama tidak berada dalam risiko keruntuhan total.