Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) menekankan peran strategis wisata olahraga atau sport tourism sebagai katalisator utama dalam mempromosikan destinasi wisata serta mendongkrak ekonomi masyarakat lokal. Hal tersebut disampaikan oleh Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar, Vinsensius Jemandu, di sela-sela acara Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta, Minggu (12/7).
Vinsensius menjelaskan bahwa sport tourism memiliki efektivitas tinggi dalam menarik massa dalam jumlah besar dengan biaya promosi yang relatif terukur. Dampak nyata dari perhelatan ini langsung dirasakan oleh sektor UMKM lokal, sembari mendorong mobilitas wisatawan domestik antar-daerah untuk berkunjung ke lokasi kegiatan.
Tren wisata kebugaran atau wellness tourism sendiri telah mengalami pergeseran pola sejak pandemi COVID-19 dan kini bertransformasi menjadi gaya hidup masyarakat modern. Kemenpar mencatat adanya peningkatan signifikan pada portofolio produk wisata buatan (man-made), termasuk di dalamnya berbagai ajang olahraga seperti lari dan kegiatan kebugaran lainnya. Jika sebelumnya produk wisata budaya dan alam mendominasi, kini kategori man-made menunjukkan tren pertumbuhan hingga 20 persen.
Lebih jauh, Vinsensius menyoroti perubahan perilaku positif di kalangan generasi muda Indonesia. Saat ini, minat kaum muda telah bergeser dari sekadar berkumpul di kafe ke arah partisipasi aktif dalam berbagai ajang olahraga. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan, tetapi juga memberikan optimisme bagi pengembangan ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas di masa depan.