Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan tanggapan resmi terkait sorotan publik mengenai penempatan lokasi pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dinilai tidak lazim. Proyek yang sempat ramai diperbincangkan netizen karena dibangun di kawasan pegunungan hingga letaknya yang saling bersebelahan ini ditegaskan tetap berjalan sesuai esensi utamanya, yakni penguatan ekonomi warga setempat.

Saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, pria yang akrab disapa Zulhas ini menyatakan bahwa letak geografis bangunan tidak boleh mengaburkan misi besar program tersebut. Menurutnya, kehadiran wadah ini bertujuan memberikan akses permodalan, sarana produksi, serta memperpendek jalur birokrasi antara pemerintah pusat dan desa.

Pemerintah menargetkan pembangunan fase awal sebanyak 35.872 unit Kopdes Merah Putih dapat rampung pada Agustus 2026, dengan target operasional penuh dimulai pada bulan berikutnya. Kolaborasi erat dengan jajaran TNI dikerahkan guna mempercepat proses konstruksi di lapangan agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

Lebih lanjut, proyek nasional ini direncanakan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya untuk membangun sekitar 60.000 unit tambahan guna menjangkau seluruh desa di Indonesia. Zulhas juga menggarisbawahi bahwa seluruh aset Kopdes Merah Putih sepenuhnya merupakan milik desa, dengan pembiayaan awal bersumber dari alokasi anggaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Koperasi ini nantinya diproyeksikan menjadi penyerap utama (off-taker) hasil pertanian dan perikanan lokal sebelum disalurkan ke Bulog atau mitra lainnya. Untuk mendukung kelancaran operasional, setiap unit koperasi juga akan dilengkapi dengan fasilitas logistik pendukung berupa satu unit truk, satu mobil pikap, serta dua kendaraan roda dua.