PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat langkahnya dalam transisi industri hijau dengan mengadopsi teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Melalui inovasi hidrometalurgi ini, nikel kadar rendah atau limonit yang sebelumnya kurang bernilai kini dapat diproses menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), komponen vital dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (EV).

Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, menjelaskan bahwa pengoperasian fasilitas HPAL skala besar ini merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di kawasan Morowali. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga sebagai upaya nyata menekan jejak karbon dalam rantai pasok global baterai listrik.

Komitmen hijau di kawasan IMIP juga diimplementasikan oleh beberapa tenant, salah satunya PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC). Perusahaan tersebut menerapkan sistem daur ulang air tertutup (closed-loop water system) untuk efisiensi air, serta memasang teknologi penyaring emisi seperti electrostatic precipitator, wet scrubber, dan flue gas desulfurization (FGD) guna meminimalkan pencemaran udara.

Selain pemanfaatan teknologi tinggi, pengelolaan lingkungan diimbangi dengan program penghijauan berkelanjutan. Sejak tahun 2018 hingga 2025, IMIP aktif menanam hutan bakau dan tanaman terestrial demi mendukung penyerapan karbon. Di sisi lain, adopsi teknologi hidrometalurgi ini juga dimanfaatkan untuk mendorong transfer pengetahuan demi meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

Dedikasi IMIP dalam merintis ekosistem energi masa depan ini mendapat apresiasi positif di tingkat nasional. Perusahaan berhasil meraih penghargaan bergengsi Detiktimur Awards 2026 untuk kategori Inovator Ekosistem Energi Masa Depan Terpuji, mengukuhkan peran strategis kawasan industri ini dalam mendukung agenda transisi energi global.