Setelah mengalami masa-masa sulit akibat cedera yang mengharuskannya absen dan menjalani operasi bahu, juara bertahan Marc Marquez menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang mengancam posisi pemuncak klasemen MotoGP 2026.

Pebalap Ducati itu berhasil memangkas defisit poin secara signifikan melalui serangkaian penampilan gemilang. Ia sukses memenangkan Sprint Race dan balapan utama di Hungaria, mencatatkan podium ketiga di Ceko, serta kembali menjadi yang tercepat pada balapan utama di sirkuit yang sama.

"Sebulan yang lalu, saya masih di rumah sakit dan merasa bahwa persaingan sudah selesai. Saya tertinggal 100 poin," ungkap Marquez mengacu pada kondisinya pasca-kecelakaan di GP Italia Mugello, di mana ia tertinggal 102 poin dari rival utamanya, Marco Bezzecchi.

Situasi berubah drastis ketika para pesaingnya mengalami hambatan. Jorge Martin terlibat kecelakaan dan menerima sanksi, sementara Bezzecchi sendiri dihukum karena insiden fisik dengan seorang marshal di GP Ceko. Kondisi ini, ditambah dengan performa fisik Marquez yang pulih sempurna, membuka peluang besar baginya.

Dengan sisa 13 seri balapan, persaingan memanas. Klasemen sementara menunjukkan Bezzecchi masih memimpin dengan 180 poin, diikuti Martin (172), Fabio Di Giannantonio (157), dan Marquez yang kini menduduki peringkat keempat dengan 140 poin. Jarak 40 poin antara Marquez dengan Bezzecchi menegaskan bahwa musim ini masih jauh dari selesai.

Marquez mengirimkan pesan tegas kepada seluruh rivalnya. "Sekarang saya hanya tertinggal 40 poin, jadi kompetisi masih belum berakhir," tegasnya, menandakan bahwa perebutan gelar juara dunia tahun ini akan menjadi salah satu yang paling sengit dalam beberapa musim terakhir.