Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Gresik mengambil langkah proaktif guna mendukung kelancaran Muktamar NU ke-35 di Jombang. Tidak hanya berfokus pada lokasi utama acara, tim medis dari Gresik ini juga disiagakan di jalur-jalur perlintasan strategis, termasuk sejumlah tempat istirahat (rest area), guna memantau kondisi kesehatan para peserta yang menempuh perjalanan jauh.
Sejak Kamis (27/8/2026), posko kesehatan LKNU Gresik telah aktif beroperasi di Rest Area Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Lokasi ini sengaja dipilih karena menjadi titik singgah utama bagi rombongan muktamar dari berbagai daerah. Selanjutnya, tim medis serupa dijadwalkan bersiaga di kawasan Ngawi untuk menjangkau arus kedatangan dan kepulangan peserta dari arah barat.
Sekretaris LKNU Gresik, Misbahul Arif, menjelaskan bahwa pelayanan mobile ini bertujuan memberikan rasa aman sejak dini bagi para kader NU yang melakukan perjalanan darat. Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan fisik ringan, pemulihan kelelahan, hingga penanganan darurat bagi peserta sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke lokasi Muktamar.
Aksi kemanusiaan ini turut mendapat sokongan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, yang menyalurkan bantuan obat-obatan dan logistik medis. Dukungan ini memperkuat operasional tim di lapangan yang dibekali peralatan deteksi kesehatan portabel, termasuk alat pemeriksa kadar gula darah acak (GDA) serta perlengkapan medis darurat lainnya.
Untuk memaksimalkan layanan, LKNU Gresik mengerahkan jaringan dari sembilan fasilitas kesehatan milik NU. Di antaranya adalah RSI Mabarrot Bungah, serta sejumlah klinik Mabarrot dan An-Nahdlah yang tersebar di wilayah Manyar, Wringinanom, Ujungpangkah, Driyorejo, Menganti, Panceng, dan Dukun. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan jalannya muktamar berlangsung aman, sehat, dan kondusif.