Raksasa teknologi Apple resmi melayangkan gugatan hukum setebal 41 halaman terhadap OpenAI. Dalam dokumen tersebut, Apple menuding pengembang ChatGPT tersebut telah melakukan praktik tidak etis melalui kampanye sistematis untuk merekrut staf kunci serta mengumpulkan informasi rahasia terkait inovasi perangkat keras yang belum dirilis ke publik.

Gugatan ini secara khusus menyasar akuisisi OpenAI terhadap perusahaan io Products, yang didirikan oleh mantan Kepala Perancang Apple, Jony Ive. Apple mengeklaim bahwa dua mantan petinggi teknis mereka, Tang Yew Tan dan Chang Liu, berperan dalam membocorkan data strategis perusahaan. Tang Yew Tan, yang mengabdi di Apple selama lebih dari dua dekade, dituduh menggunakan kode proyek rahasia selama proses wawancara kerja demi memuluskan jalannya di perusahaan baru.

Lebih lanjut, Apple menuding bahwa para kandidat karyawan diminta membawa komponen fisik seperti papan sirkuit dan baterai sebagai bukti demonstrasi teknis saat proses perekrutan. Menurut Apple, langkah OpenAI ini telah melampaui batas etika bisnis. Perusahaan asal Cupertino tersebut menyatakan bahwa sekitar 400 mantan stafnya kini bekerja untuk OpenAI, dan menegaskan bahwa temuan pelanggaran ini hanyalah awal dari investigasi yang lebih luas.

Di sisi lain, OpenAI secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa mereka tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif bagi pengguna global dan tidak memiliki kepentingan untuk mencuri rahasia dagang dari pihak mana pun.

Konflik ini menandai titik balik tajam dalam hubungan kedua perusahaan, yang sebelumnya menjalin kolaborasi strategis melalui integrasi ChatGPT ke ekosistem Apple pada tahun 2024. Kini, Apple menuntut ganti rugi serta perintah pengadilan untuk menghentikan penggunaan informasi rahasia yang diduga telah disalahgunakan oleh pihak OpenAI demi pengembangan perangkat keras kecerdasan buatan mereka.