Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia resmi mengumumkan nama-nama peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi kesehatan dan kepribadian dalam rangkaian pemilihan Calon Hakim Agung (CHA) tahun 2026. Keputusan penting ini disahkan melalui Rapat Pleno KY yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2026.
Dari hasil pleno tersebut, sebanyak 19 peserta dinyatakan memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke fase berikutnya, yaitu seleksi wawancara. Ujian lisan yang krusial ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, bertempat di Kantor Komisi Yudisial, Jakarta Pusat.
Para kandidat yang lolos berasal dari latar belakang profesi yang bervariasi di sektor hukum. Mereka terdiri dari jajaran pimpinan pengadilan tinggi, pejabat teras di lingkungan Mahkamah Agung, akademisi, hingga praktisi hukum seperti advokat dan notaris. Keberagaman latar belakang ini diharapkan mampu melahirkan hakim agung yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
Adapun deretan nama kandidat yang melaju ke tahap wawancara adalah Abdul Azis (Wakil Ketua PT Pekanbaru), Bambang Myanto (Dirjen Badilum MA), Dhifla Wiyani (Advokat DW & Partners), Nirwana (Ketua PT Makassar), Setyanto Hermawan (Wakil Ketua PT Palangkaraya), Sudharmawatiningsih (Panitera MA), Sugiyanto (Sekretaris MA), Suprapti (Wakil Ketua PT Semarang), dan Syamsul Arief (Kepala Badan Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA).
Nama-nama lain yang turut lolos meliputi IG Eko Purwanto (Hakim Tinggi Bawas MA), Nurnaningsih (Notaris), Sobandi (Kepala BUA MA), Suwarno (Hakim Tinggi PT Denpasar), Achmad Nurul Huda (Hakim Tinggi Bawas MA), Mamat Ruhimat (Hakim Tinggi PTA Bandung), Musthofa (Panitera Muda Perdata Agama MA), L.Y. Hari Sih Advianto (Hakim Pengadilan Pajak), Maftuh Effendi (Hakim Tinggi Pemilah TUN MA), serta akademisi Yeheskiel Minggus T. (Dosen Fakultas Hukum Unissula Semarang).
Proses penyaringan ketat ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehormatan dan keluhuran martabat peradilan tertinggi di tanah air. Komisi Yudisial menegaskan komitmennya untuk menggelar seluruh sisa tahapan seleksi secara transparan dan akuntabel guna menjaring figur-figur terbaik yang siap mengabdi di Mahkamah Agung.