Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, berhasil bangkit dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (25/8). Penguatan ini didorong oleh pemulihan saham sektor teknologi setelah sempat mengalami aksi jual, seiring dengan antisipasi investor terhadap laporan kinerja keuangan Nvidia selaku motor utama industri kecerdasan buatan (AI).

Data perdagangan menunjukkan indeks Dow Jones Industrial Average terapresiasi 160,24 poin atau 0,30 persen ke level 53.577,40. Langkah serupa diikuti oleh S&P 500 yang naik 24,38 poin atau 0,32 persen menjadi 7.677,24, serta Nasdaq Composite yang melesat 171,11 poin atau 0,66 persen ke posisi 26.151,30.

Sentimen positif pasar juga didukung oleh melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor panjang serta penurunan harga minyak mentah ke level terendah dalam sepekan. Kondisi ini memberikan ruang napas bagi investor setelah sebelumnya didera kekhawatiran atas volatilitas pasar obligasi, sekaligus membangun optimisme menjelang bulan September yang secara historis kerap menjadi periode krusial bagi pasar saham.

Joe Quinlan, Kepala Strategi Pasar di Merrill dan Bank of America Private Bank, mengungkapkan bahwa meskipun banyak faktor geopolitik dan makroekonomi yang saling tarik-menarik, prospek ekonomi AS untuk 12 hingga 18 bulan ke depan tetap dinilai konstruktif. Hal senada juga diungkapkan oleh Mark Malek dari Siebert Financial, yang menekankan bahwa realisasi kinerja Nvidia kini menjadi tolok ukur penting bagi kelanjutan reli sektor AI.

Dalam pergerakan saham individu, Nvidia mencatatkan kenaikan 2,2 persen, diikuti Meta yang tumbuh hampir 2 persen, dan Micron Technology yang terangkat 2,5 persen. Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga melonjak 4,9 persen pasca-peningkatan peringkat oleh lembaga analis. Di sisi lain, saham bioteknologi Moderna meroket 14 persen setelah Barclays menaikkan target harganya, menyusul hasil positif uji klinis vaksin kanker kulit bersama Merck.

Di sektor ritel, pergerakan cenderung melemah. Saham Dick's Sporting Goods anjlok hingga 30,7 persen akibat pemangkasan proyeksi keuangan tahunan, sementara Target merosot 3,8 persen akibat kontroversi produk kostum yang mengganggu pemulihan citra merek mereka.

Investor kini menantikan rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk membaca arah inflasi domestik. Selain itu, pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada akhir pekan ini menjadi perhatian utama untuk mencari kepastian arah kebijakan suku bunga acuan AS ke depan.