Sebuah tim riset internasional, yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Bar-Ilan, Israel, dan Icahn School of Medicine di Mount Sinai, Amerika Serikat, baru saja mempublikasikan temuan inovatif dalam jurnal Alzheimer & Dementia. Teknologi baru ini menjanjikan perubahan besar dalam cara dunia medis mendiagnosis penyakit Alzheimer, terutama pada fase-fase awal perkembangan penyakit yang selama ini sulit dideteksi.

Permasalahan utama dalam diagnosis Alzheimer selama ini terletak pada keberadaan oligomer amiloid-beta yang larut. Berbeda dengan plak amiloid berukuran besar yang bisa terlihat melalui alat pemindaian Positron Emission Tomography (PET) konvensional, oligomer ini berupa gumpalan protein beracun berukuran kecil yang tidak tampak namun sangat merusak. Protein inilah yang diyakini sebagai pelaku utama kerusakan sel saraf jauh sebelum gejala klinis muncul pada pasien.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Shai Rahimipour dari Universitas Bar-Ilan berhasil merancang peptida siklik khusus yang mampu mengikat oligomer amiloid-beta secara selektif. Dengan melabeli peptida ini menggunakan zat radioaktif atau fluoresen, para ahli kini dapat memvisualisasikan akumulasi racun protein tersebut di dalam jaringan otak secara langsung. Uji coba pada model hewan menunjukkan bahwa teknologi ini mampu mengungkap gangguan pada mitokondria sel saraf sebelum terjadi peradangan yang terlihat.

Temuan ini memiliki urgensi tinggi bagi efektivitas terapi medis masa kini, seperti penggunaan obat Lecanemab dan Donanemab. Saat ini, efikasi pengobatan seringkali hanya diukur dari berkurangnya plak amiloid, padahal oligomer toksik tetap bisa bertahan di otak. Dengan alat diagnostik baru ini, dokter dapat memantau respons pasien secara jauh lebih akurat.

Dengan kemampuan untuk mendeteksi ancaman Alzheimer hingga hitungan dekade sebelum gejala muncul, para ilmuwan optimis bahwa intervensi medis dapat dilakukan lebih dini. Hal ini tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan perawatan, tetapi juga mempercepat seleksi pasien yang tepat untuk uji klinis pengobatan Alzheimer generasi mendatang.