Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat karena tidak dapat menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Tanah Air. Absennya tokoh bangsa tersebut disebabkan oleh jadwal pemeriksaan kesehatan rutin yang harus dijalaninya di Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui sebuah rekaman video dari Rochester, Amerika Serikat, yang diunggah melalui akun Instagram resmi @aniyudhoyono. SBY menjelaskan bahwa dirinya harus berada di Mayo Clinic hingga akhir Agustus 2026 guna menjalani pemeriksaan lanjutan setelah operasi pengangkatan prostat yang dilaluinya pada tahun 2021 silam.
Selain meminta maaf karena melewatkan upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka, SBY juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat mendengarkan secara langsung pidato kenegaraan perdana dari Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemeriksaan luar negeri ini dilakukan atas rekomendasi dan pengawasan ketat dari Tim Dokter Kepresidenan. SBY dijadwalkan kembali ke Indonesia pada September mendatang.
Di sisi lain, SBY mengungkapkan rasa optimisme yang besar terhadap masa depan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Setelah menyimak pidato kenegaraan secara daring, ia menilai visi yang dipaparkan membawa secercah harapan baru yang menuntut kolaborasi serta tanggung jawab moral dari seluruh elemen masyarakat untuk memajukan bangsa.
Sebelumnya, kabar mengenai ketidakhadiran SBY juga telah dikonfirmasi oleh putranya yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Melalui panggilan video, AHY memastikan bahwa proses pemeriksaan medis sang ayah di luar negeri berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.