Langkah strategis diambil oleh Grup PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang kini mulai melebarkan sayap bisnisnya. Perusahaan raksasa ini memutuskan untuk menggeser fokus pertumbuhan jangka panjangnya, beralih dari sektor komoditas batu bara murni menuju program hilirisasi aluminium. Langkah besar ini dijalankan melalui anak usahanya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR).

Dalam peta jalan bisnisnya, ADMR memproyeksikan kontribusi signifikan dari sektor baru ini dalam beberapa tahun ke depan. Melalui unit usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), perseroan menetapkan target penjualan hingga 350.000 ton aluminium ingot pada tahun 2026 mendatang.

Karina Novianti, selaku Corporate Communication Department Head Alamtri Resources Indonesia, menjelaskan bahwa target produksi dan penjualan tersebut dirancang untuk merespons tingginya permintaan pasar. Produk aluminium ingot yang dihasilkan nantinya tidak hanya difokuskan untuk menyuplai kebutuhan industri di dalam negeri, melainkan juga disiapkan untuk merambah pasar ekspor internasional.

Upaya hilirisasi ini didukung penuh oleh operasional smelter aluminium milik KAI. Dengan proyeksi permintaan global terhadap komoditas aluminium yang terus menguat, terutama untuk menyokong kebutuhan industri manufaktur, ADMR optimistis diversifikasi bisnis ini akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi grup perusahaan.