Saham produsen cip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatatkan lonjakan signifikan hampir 12 persen pada sesi perdagangan Rabu pagi (15/7/2026). Kenaikan tajam ini dipicu oleh gairah pasar saham sektor teknologi di Amerika Serikat yang mengekor rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari proyeksi pasar.

Selain sentimen makroekonomi AS, pergerakan positif ini juga didorong oleh langkah Barclays yang mulai melakukan riset terhadap American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix. Lembaga keuangan tersebut menyematkan rekomendasi overweight dengan target harga yang ambisius sebesar US$330 per lembar saham. Di bursa Nasdaq, ADR SK Hynix langsung merespons positif dengan melonjak hingga 28 persen dan ditutup pada level US$193,92.

Melesatnya harga saham SK Hynix turut memberikan stimulus positif bagi pasar modal domestik Korea Selatan, di mana indeks acuan KOSPI terdongkrak sekitar 0,69 persen. Tren penguatan ini merembet ke kawasan Asia-Pasifik, dengan bursa Australia diproyeksikan dibuka di zona hijau berkat dorongan harga komoditas global yang menguntungkan sektor pertambangan dan energi.

Kontrak berjangka indeks acuan S&P/ASX 200 Australia tercatat menguat 0,6 persen, sementara indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru dibuka sedikit terapresiasi sebesar 0,1 persen. Kendati optimisme terhadap aset berisiko meningkat akibat melandanya inflasi AS, para pelaku pasar global dilaporkan tetap waspada mengantisipasi dampak dari ketegangan geopolitik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.