Kontingen Kabupaten Purworejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) 2026 yang berlangsung di Surakarta pada 21–23 Agustus lalu. Dengan mengirimkan 11 atlet pelajar disabilitas, Purworejo sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak.

Medali emas tersebut disumbangkan oleh Abdul Basari, siswa SLB Negeri Purworejo, yang turun pada cabang para-atletik nomor tolak peluru klasifikasi F20. Sementara itu, kekuatan tim juga ditopang oleh penampilan dua pelajar sekolah dasar, yakni Fatir Pradipta (SDN Bajangrejo) dan Charlin Tristan Nadhif (SDN Kamijoro), yang bertanding pada cabang olahraga para-tenis meja nomor tunggal putra klasifikasi TT6–TT10.

Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet. Ia mengakui persiapan tim dihadapkan pada tantangan berat, khususnya dalam menjaring atlet yang sesuai dengan klasifikasi ketat yang ditetapkan panitia.

Dari empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu para-atletik, para-tenis meja, para-bulu tangkis, dan para-renang, Purworejo baru bisa berpartisipasi di dua cabang pertama karena keterbatasan jumlah atlet yang lolos klasifikasi. Kendati demikian, capaian satu emas dan satu perak ini dinilai memuaskan dan berhasil memenuhi target minimal daerah.

Evaluasi dari ajang ini akan dijadikan pijakan bagi Dinporapar dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Purworejo untuk memperkuat pembinaan. Salah satu rencana strategis yang tengah digodok adalah menyelenggarakan kompetisi olahraga disabilitas tingkat lokal guna menjaring bibit-bibit muda potensial di masa mendatang.

Pihak dinas juga mengimbau para atlet untuk tidak cepat berpuas diri dan terus mengasah kemampuan mereka. Terlebih, Purworejo terbukti memiliki rekam jejak pembinaan yang baik, seperti salah satu atlet para-sepeda setempat yang kini tengah dipersiapkan untuk berlaga di kejuaraan internasional di Taiwan.