Valve secara resmi mengonfirmasi bahwa batch pertama konsol gaming PC buatan mereka, Steam Machine, hanya akan dilengkapi dengan satu modul RAM berkapasitas 16GB. Hal ini berarti perangkat akan beroperasi dalam konfigurasi memori single-channel, yang berbeda dari informasi awal yang menyebutkan kemungkinan penggunaan dua modul 8GB.
Pengakuan ini disampaikan Valve melalui email kepada media teknologi Gamers Nexus, di mana mereka mengakui adanya kesalahan komunikasi sebelumnya. "Kami salah bicara di sini. Semua unit sebenarnya akan memiliki satu keping RAM 16GB," tulis perwakilan Valve. Konfirmasi ini menjadi pukulan bagi para penggemar yang telah lama menantikan kedatangan perangkat ini.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan RAM single-channel dapat menurunkan performa gaming sekitar 9% hingga 13% dibandingkan dengan konfigurasi dual-channel. Dampak ini paling terasa pada metrik "1% lows" yang sangat memengaruhi kelancaran dan stabilitas frame rate saat bermain game. Masalah ini menjadi lebih krusial mengingat spesifikasi hardware Steam Machine yang sudah tidak terbaru.
Perangkat ini mengandalkan prosesor AMD Zen 4 semi-custom dan kartu grafis berbasis arsitektur RDNA3 dengan VRAM 8GB GDDR6. Sebagai perbandingan, AMD sudah merilis seri Zen 5 pada 2024 dan GPU RDNA4 pada awal 2025, dengan rumor seri generasi berikutnya sudah beredar. Artinya, Steam Machine mulai beredar dengan spesifikasi yang tertinggal beberapa generasi dari komponen terkini.
Keputusan untuk mengadopsi RAM single-channel kemungkinan besar merupakan langkah Valve untuk menekan biaya produksi. Harga jual dasar Steam Machine yang ditetapkan sebesar $1.049 (sekitar Rp 16 jutaan) sudah jauh melebihi target awal perusahaan yang diperkirakan berada di kisaran $700 hingga $750. Kenaikan harga ini disebut memiliki pola "hampir serupa" dengan kenaikan harga yang sempat terjadi pada Steam Deck hingga mencapai 45%.
Meski demikian, Valve membuka secercah harapan untuk konsumen. Perusahaan mengonfirmasi bahwa batch produksi Steam Machine di masa depan berpotensi menggunakan konfigurasi RAM dual-channel. "Ada kemungkinan ini terjadi di masa depan," ungkap Valve. Namun, bagi pembeli batch pertama yang sudah terlanjur melakukan pemesanan, opsi upgrade mandiri menjadi satu-satunya solusi untuk meningkatkan kapasitas dan konfigurasi memori.
Kabar baiknya, proses upgrade secara teknis bisa dilakukan. Pengguna bisa menambahkan satu modul RAM DDR5-5600 SODIMM 16GB untuk mencapai total 32GB dengan konfigurasi dual-channel. Namun, proses upgrade ini cukup rumit karena membutuhkan pembongkaran banyak komponen dan sub-board untuk mengakses slot RAM. Bagi pengguna yang tidak terbiasa merakit atau memodifikasi perangkat keras, opsi ini mungkin tidak ideal dan berisiko.
Keputusan ini menjadi tantangan baru bagi Steam Machine yang sebelumnya sudah menghadapi berbagai kendala. Perangkat yang diumumkan pada November tahun lalu ini awalnya dijadwalkan rilis pada kuartal pertama 2026, tetapi krisis pasokan memori akibat permintaan besar dari sektor kecerdasan buatan memaksa Valve menunda peluncurannya hingga musim panas 2026. Kini, masalah performa akibat konfigurasi RAM menjadi beban tambahan bagi konsumen.
Dengan harga yang sudah tinggi, performa yang terbatas karena konfigurasi memori, dan hardware yang relatif sudah tertinggal, Steam Machine menghadapi persaingan berat di pasar konsol gaming. Konsumen yang sudah memesan perangkat ini perlu mempertimbangkan secara matang apakah biaya dan usaha untuk melakukan upgrade RAM mandiri sepadan. Valve sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kebijakan garansi untuk pengguna yang melakukan upgrade mandiri.
Valve juga mengakui bahwa krisis pasokan komponen global menjadi penyebab utama kenaikan harga dan perubahan spesifikasi. Sistem reservasi yang diterapkan perusahaan bertujuan untuk mencegah praktik scalping, namun tidak serta merta mengatasi masalah fundamental terkait spesifikasi perangkat. Ke depannya, Valve perlu memastikan bahwa batch produksi berikutnya hadir dengan konfigurasi memori yang lebih optimal agar bisa bersaing secara sehat di pasar konsol gaming yang kompetitif.