Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) secara resmi kembali menjalankan misi kemanusiaan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan terpencil Jawa. Operasi medis yang berlangsung selama 13 hari ini, terhitung sejak 12 hingga 25 Juli 2026, menyasar empat pulau utama, yakni Pulau Bluto, Pulau Karamian, Pulau Raas, dan Pulau Masalembu.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa seluruh layanan kesehatan yang diberikan selama pelayaran ini dapat diakses oleh masyarakat melalui skema penjaminan BPJS Kesehatan. Kebijakan ini diambil mengingat keterbatasan fasilitas medis di wilayah-wilayah tersebut.
Lebih lanjut, dr. Prihati menjelaskan bahwa keempat pulau tujuan tersebut telah dikategorikan sebagai Daerah yang Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DPTFMS). Status administratif ini menjadi landasan hukum bagi BPJS Kesehatan untuk mengoptimalkan pengiriman tenaga medis dan fasilitas pendukung ke titik-titik yang sulit dijangkau tersebut.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan kesenjangan akses kesehatan bagi warga di pelosok kepulauan, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) terkait penetapan kategori wilayah DPTFMS.