Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia di Medan resmi memperkenalkan konsentrasi baru, yaitu Komunikasi Kesehatan, pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Inovasi akademis ini dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi yang kian kompleks di sektor pelayanan medis, sekaligus menawarkan solusi praktis bagi para profesional yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi USM Indonesia, Dr. Saurma MGP Siahaan, menjelaskan bahwa bidang komunikasi kesehatan memiliki peran krusial dalam menjembatani hubungan antara penyedia layanan medis, pasien, dan masyarakat. Melalui kompetensi ini, para lulusan diharapkan mampu mengelola informasi secara akurat guna menghindari potensi konflik atau misinformasi di lingkungan fasilitas kesehatan.
Selain meluncurkan spesialisasi baru, program studi yang kini telah mengantongi akreditasi "Unggul" ini juga membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jalur ini ditujukan bagi praktisi media dan profesional komunikasi berpengalaman yang ingin meraih gelar sarjana dengan konversi portofolio kerja menjadi kredit akademik, sehingga masa studi dapat ditempuh secara lebih singkat.
Dekan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial USM Indonesia, Heri Enjang Syahputra, menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan misi universitas untuk mencetak lulusan yang adaptif di era digital. Selain Ilmu Komunikasi, fakultas tersebut juga mengunggulkan Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang merupakan satu-satunya di perguruan tinggi swasta di wilayah Sumatra Utara.