Pemerintah Kabupaten Pekalongan kini resmi memiliki fasilitas olahraga baru setelah Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, meresmikan Lapangan Sepak Bola Mini (Mini Soccer) di kawasan Alun-alun Kajen pada Selasa (18/8/2026) sore. Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan pertandingan persahabatan antarinstansi.

Acara peresmian tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan. Sejumlah instansi turut memeriahkan laga ekshibisi ini, termasuk jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pekalongan, Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, Bank Jateng, hingga MSJ Group.

Laga uji coba lapangan mempertemukan tim eksekutif yang diperkuat oleh Plt. Bupati Sukirman, Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar, serta para kepala OPD, melawan tim dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Pertandingan perdana di atas rumput hijau baru tersebut berlangsung kompetitif dan menghibur, lalu ditutup dengan skor imbang 2-2.

Usai laga, Sukirman menjelaskan bahwa lapangan mini soccer ini sengaja dibangun untuk memfasilitasi minat olahraga seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pekalongan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kendati demikian, demi ketertiban penggunaan, warga yang ingin memanfaatkan fasilitas ini wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan selaku pengelola resmi.

Menilai kondisi lapangan yang baru diresmikan, Sukirman menganggap fasilitas penunjang olahraga tersebut sudah cukup representatif dan nyaman digunakan. Meski begitu, ia mencatat beberapa hal yang masih memerlukan pembenahan di masa mendatang, salah satunya adalah penambahan instalasi lampu penerangan agar lapangan dapat digunakan secara optimal hingga malam hari.

Terakhir, Plt. Bupati Pekalongan mengimbau masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga dan merawat kebersihan serta sarana yang ada di lapangan tersebut. Ia berharap manajemen penjadwalan yang tertib dari Dinporapar dapat mencegah terjadinya bentrokan waktu penggunaan antar-kelompok warga.