Universitas Brawijaya (UB) Malang resmi memulai babak baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan meluncurkan Fakultas Sains, Teknologi, dan Engineering (FSTeM). Langkah strategis ini ditandai melalui perayaan Dies Natalis ke-39 yang berlangsung di Gedung Pandita Majapahit UB. Rebranding dari Fakultas MIPA ini membawa visi besar untuk mengintegrasikan sains dasar dengan teknologi guna melahirkan inovasi yang aplikatif bagi industri dan masyarakat.

Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto, menjelaskan bahwa transformasi tersebut tidak akan menghilangkan identitas awal fakultas. Dari sepuluh program studi sarjana yang dikelola, lima program studi tetap mempertahankan fokus pada sains dasar (basic science), sedangkan lima program studi lainnya dikembangkan ke arah sains terapan (applied science). Skema ini diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi hasil riset laboratorium menjadi produk siap pakai.

Senada dengan hal itu, Rektor UB Prof. Dr. Widodo menegaskan bahwa perubahan nama fakultas harus dibarengi dengan perubahan pola pikir akademik. Menurutnya, perkembangan pesat teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) menuntut dunia perguruan tinggi untuk meruntuhkan sekat-sekat monodisiplin. Kolaborasi lintas sektor antara bidang biologi, kimia, matematika, hingga statistika dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.

Melalui nomenklatur baru ini, FSTeM UB kini gencar menjalin kemitraan internasional, termasuk dengan institusi di Jepang, guna memfasilitasi riset bersama serta peningkatan mutu sumber daya manusia. Langkah berani ini sekaligus memosisikan Universitas Brawijaya sebagai salah satu pionir nasional yang berhasil mengawinkan pilar sains murni dengan rekayasa teknologi secara komprehensif.