Amerika Serikat mulai merealisasikan penarikan sisa-sisa kekuatan militernya dari wilayah Kurdistan, Irak, khususnya yang selama ini ditempatkan di sekitar Bandara Erbil. Langkah strategis ini tidak hanya mencakup relokasi personel tempur, tetapi juga penarikan sistem pertahanan udara Patriot yang selama ini menjadi pilar perlindungan utama bagi pasukan koalisi di wilayah tersebut.
Secara formal, keputusan penarikan ini merujuk pada implementasi kesepakatan bilateral yang telah disepakati antara pemerintah Baghdad dan Washington. Dalam perjanjian tersebut, misi militer koalisi internasional untuk memerangi ISIS di Irak dijadwalkan berakhir pada akhir September 2026, yang kemudian akan ditransisikan menjadi bentuk kerja sama keamanan bilateral yang lebih terbatas dengan fokus utama pada sektor ekonomi.
Meskipun memiliki dasar hukum formal, sejumlah pengamat menilai percepatan penarikan ini tidak lepas dari intensitas serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) yang dilancarkan oleh Iran. Serangan yang menargetkan kelompok-kelompok separatis Kurdi serta instalasi militer Washington di kawasan tersebut dilaporkan telah mengekspos celah kerentanan sistem pertahanan udara canggih milik AS.
Laporan intelijen menunjukkan bahwa efektivitas sistem Patriot mulai dipertanyakan setelah beberapa unit dikabarkan mengalami kerusakan akibat serangan presisi. Selain itu, keterbatasan stok amunisi pencegat rudal memaksa Pentagon untuk meninjau ulang skala prioritas pertahanan mereka di Timur Tengah, dengan mengalihkan aset-aset vital pertahanan udara ke wilayah Teluk dan Yordania yang dinilai memiliki urgensi strategis lebih tinggi.
Penarikan sistem Patriot beserta sistem Rapid Sentry milik Inggris ini diproyeksikan akan melemahkan sistem keamanan udara di wilayah Kurdistan Irak secara signifikan. Dengan hanya menyisakan sistem C-RAM yang memiliki daya jangkau terbatas, pangkalan pertahanan serta kelompok-kelompok yang beroperasi di wilayah tersebut kini berada dalam posisi yang jauh lebih rentan terhadap potensi serangan udara di masa mendatang.