Memperingati seperempat abad perjalanannya di kancah politik nasional, Partai Demokrat menggelar sarasehan reflektif di Auditorium Yudhoyono, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa dinamika posisi partai di dalam maupun luar pemerintahan merupakan hal lumrah, namun komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi mutlak tak boleh bergeser.
AHY menyampaikan bahwa perjalanan 25 tahun Partai Demokrat telah menempa kedewasaan politik seluruh kadernya. Partai berlogo bintang mercy ini pernah memegang tampuk pemerintahan selama satu dekade, menjadi penyeimbang di luar kekuasaan, hingga kini kembali bergabung dalam jajaran pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut AHY, pergeseran peran dalam peta politik nasional merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi. Meski demikian, pergeseran tersebut tidak boleh mengikis prinsip dasar perjuangan partai, yakni menjaga kedaulatan demokrasi, mendorong kemajuan ekonomi, serta menegakkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam merawat kedekatan dengan rakyat. AHY memperingatkan bahwa partai politik yang mulai jarak dengan konstituennya berisiko kehilangan relevansi serta kekuatan moral. Oleh karena itu, sarasehan yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat ini ditujukan untuk menyerap kritik serta masukan konstruktif dari para akademisi dan tokoh publik, bukan sekadar mencari pembenaran atas langkah politik yang telah diambil.
Di samping isu demokrasi, AHY turut menyoroti sektor perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan ekonomi tidak boleh sebatas deretan angka statistik semata, melainkan harus memberikan dampak nyata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, penguatan UMKM, hingga terwujudnya kesejahteraan keluarga secara luas.