Sebuah potret memukau kembali mengingatkan dunia pada masa-masa akhir kejayaan program pesawat ulang alik NASA. Foto bersejarah tersebut mengabadikan momen dramatis saat pesawat ulang alik Atlantis melakukan proses merapat (docking) terakhirnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dengan latar belakang pemandangan menakjubkan perairan Kepulauan Bahama yang berwarna biru turkis.

Dalam gambar tersebut, terlihat pintu ruang kargo Atlantis terbuka lebar. Konfigurasi ini merupakan prosedur standar bagi pesawat ulang alik yang telah memasuki orbit bumi rendah demi mencegah sistem radiator mengalami kelebihan panas (overheating). Selain menjaga suhu pesawat, pintu kargo yang terbuka juga mempermudah mekanisme penyambungan kedap udara antara pesawat dengan ISS, sehingga para astronaut dapat berpindah wahana dengan aman.

Program Space Shuttle NASA yang legendaris ini mengoperasikan lima armada utama, yakni Columbia, Challenger, Discovery, Atlantis, dan Endeavour. Sepanjang periode aktifnya dari tahun 1981 hingga 2011, kelima pesawat bersayap ini sukses menyelesaikan total 135 misi dengan akumulasi waktu terbang mencapai lebih dari 32.000 jam di ruang hampa. Selain membangun ISS, armada ini berperan penting dalam merawat Teleskop Antariksa Hubble serta meluncurkan berbagai wahana eksplorasi ke planet lain, seperti Magellan ke Venus dan Galileo ke Jupiter.

Atlantis sendiri menorehkan catatan gemilang dengan menyelesaikan 33 misi, jumlah terbanyak kedua setelah Discovery. Misi pamungkas Atlantis dimulai pada 8 Juli 2011 dari Kennedy Space Center, Florida, dan berakhir dengan pendaratan mulus di lokasi yang sama pada 21 Juli 2011. Penerbangan bersejarah ini sekaligus menandai berakhirnya operasional pesawat yang kini diabadikan sebagai memorabilia di pusat kunjungan antariksa tersebut.

Meskipun mencatat prestasi luar biasa dengan menempuh jarak kumulatif sekitar 203 juta kilometer, program ini juga diwarnai duka mendalam akibat tragedi fatal Challenger pada 1986 dan Columbia pada 2003 yang merenggut nyawa seluruh awaknya. NASA akhirnya resmi menghentikan program ini pada tahun 2011 karena tingginya biaya pemeliharaan armada yang menua, seiring dengan rampungnya pembangunan ISS. Hingga saat ini, pesawat ulang alik NASA tetap tercatat sebagai satu-satunya wahana antariksa bersayap dalam sejarah yang pernah membawa manusia ke luar angkasa.