PT RANS Entertainment Indonesia Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Melalui skema Initial Public Offering (IPO), perusahaan yang bergerak di sektor media dan hiburan berbasis kreator ini sukses menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar.

Dalam penawaran umum ini, perseroan melepas 2,525 miliar saham baru atau setara dengan 20,02 persen dari modal disetor dengan harga Rp170 per lembar. Antusiasme investor terpantau sangat tinggi, ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) yang melibatkan hampir satu juta pemesan, mencerminkan besarnya kepercayaan pasar terhadap masa depan perusahaan.

Dana hasil IPO tersebut telah dipetakan secara strategis untuk mendukung akselerasi bisnis. Sekitar 37,61 persen dana dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, sementara 19,80 persen digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Selain itu, sebesar 18,64 persen akan difokuskan pada pengembangan wahana bermain edukatif Cipungland, serta 8,15 persen untuk investasi di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) bekerja sama dengan PT Feedloop Global Teknologi.

Selebihnya, dana tersebut akan digunakan untuk penguatan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera dan pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkokoh fundamental keuangan perseroan seiring dengan ekspansi yang terus dilakukan.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menegaskan bahwa langkah korporasi ini merupakan momentum krusial dalam mentransformasi kreativitas menjadi entitas bisnis profesional yang berkelanjutan. Ia berharap pencatatan saham ini mampu memberikan dampak positif bagi industri kreatif nasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Berdiri sejak tahun 2016, RANS telah bertransformasi dari kanal konten digital menjadi perusahaan kreatif berbasis intellectual property (IP). Dengan dukungan ratusan profesional dan kolaborasi bersama lebih dari 300 merek, RANS kini memiliki ekosistem yang mencakup media, periklanan, produk konsumen, hingga pengembangan teknologi berbasis AI.