PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp57,74 miliar hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut setara dengan 57,6 persen dari total perolehan dana bersih perseroan yang mencapai Rp100,23 miliar.
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata, menjelaskan bahwa seluruh penyerapan modal ini berjalan sesuai dengan proyeksi yang tercantum dalam prospektus. Alokasi dana tersebut difokuskan untuk menyokong pembelian bahan baku melalui entitas anak usahanya, PT Realfood Winta Asia.
Edwin menegaskan komitmen perseroan dalam mengelola dana publik secara disiplin, efisien, dan bertanggung jawab demi memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Ia menambahkan bahwa realisasi penggunaan dana dipandu oleh peta jalan (roadmap) bisnis yang telah dirancang matang hingga tahun 2027 mendatang.
Saat ini, emiten yang dikenal dalam industri sarang burung walet ini masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp42,49 miliar. Sisa dana tersebut ditempatkan pada rekening giro perusahaan guna menjaga fleksibilitas dan likuiditas finansial sebelum disalurkan secara bertahap sesuai target operasional.
Senada dengan hal itu, Direktur RLCO Dwiadi Prastian Hadi memastikan tidak ada perubahan atau penyimpangan dari rencana awal yang telah dipublikasikan. Sebagai wujud transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), perseroan juga rutin melaporkan perkembangan ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI).