PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memandang optimistis prospek bisnis pergudangan dan logistik yang diproyeksikan tetap bergairah hingga penghujung tahun 2026. Meskipun kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan perusahaan saat ini masih tergolong minor, tren permintaan pasar yang terus menanjak memperkuat keyakinan manajemen untuk terus menggarap ceruk pasar tersebut secara berkelanjutan.

Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST, Rika Mandasari, menjelaskan bahwa pertumbuhan aktivitas manufaktur dan tuntutan efisiensi rantai pasok menjadi motor penggerak utama. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan akan fasilitas logistik modern di lokasi strategis dengan infrastruktur matang, seperti di kawasan industri MM2100, tercatat masih sangat kuat.

Hingga kini, penjualan lahan industri tetap menjadi penopang utama pendapatan emiten berkode saham BEST tersebut. Kendati demikian, ekspansi di sektor pergudangan dijalankan sebagai langkah strategis diversifikasi usaha guna menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring income) yang lebih kokoh di masa mendatang.

Sebagai bagian dari langkah diversifikasi ini, perusahaan aktif memperkenalkan BeFa Industrial Hub, sebuah fasilitas industri siap pakai yang menawarkan fleksibilitas bagi para penyewa. Menariknya, sejumlah korporasi di bidang rantai pendingin (cold storage) telah menempati fasilitas ini dan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap struktur pendapatan perseroan.

Ke depan, BEST berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan industri sebagai bisnis inti dengan penyediaan fasilitas penunjang. Rencana ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan mengedepankan disiplin belanja modal serta menyesuaikan dinamika permintaan pasar untuk menciptakan nilai jangka panjang.