Situasi di kawasan Teluk kian mencekam setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang menggunakan rudal serta pesawat nirawak (drone) pada Minggu (12/7/2026). Eskalasi ini memuncak dengan langkah sepihak Teheran yang kembali menutup Selat Hormuz, jalur maritim krusial yang melayani sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Serangan terbaru ini tidak hanya menyasar aset militer AS, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Qatar, Oman, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan operasi balasan terhadap lebih dari 300 target Iran dalam tiga hari terakhir, dengan tujuan utama melumpuhkan kapasitas Teheran dalam mengancam pelayaran komersial sipil di kawasan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan tekanan militer terhadap Iran. Di sisi lain, otoritas Iran secara resmi menyatakan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz saat ini tidak memungkinkan akibat aktivitas militer Amerika. Teheran bahkan memperingatkan seluruh kapal untuk tidak melintas tanpa izin, yang memicu kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas pasokan energi global dan lonjakan inflasi.
Dampak fisik dari konflik ini mulai dirasakan di berbagai negara. Laporan menyebutkan adanya kerusakan fasilitas minyak di Kuwait serta jatuhnya korban luka di Qatar akibat pecahan proyektil. Pemerintah di negara-negara Teluk, termasuk Oman dan Qatar, telah menyampaikan protes keras dan mengimbau penghentian segala aktivitas pelayaran demi keselamatan warga sipil.
Konflik ini juga secara efektif mengubur peluang kesepakatan damai sementara yang baru terjalin bulan lalu. Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan melalui pernyataan resmi bahwa era diplomasi sepihak telah usai, menandakan kesiapan Iran untuk terus menantang kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Washington tetap bersikeras menjaga kebebasan navigasi internasional dengan terus memantau pergerakan di wilayah tersebut melalui pusat informasi maritim gabungan.