Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melaporkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berhasil menjangkau 73,8 juta orang hingga Juli 2026. Angka ini merupakan bagian dari target ambisius pemerintah untuk menyasar 130 juta warga sepanjang tahun ini guna mendeteksi dini berbagai potensi penyakit kronis di masyarakat secara proaktif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program CKG tahun 2026 difokuskan pada pemantauan tiga kondisi kesehatan utama, yaitu tekanan darah tinggi, kadar gula darah, dan kolesterol. Langkah preventif ini diharapkan mampu mendongkrak angka harapan hidup sehat masyarakat Indonesia, yang ditargetkan meningkat menjadi 76 tahun pada tahun 2029 dari posisi saat ini yang berada di angka 74 tahun.
Dari total capaian tersebut, sekitar 62,7 juta warga menjalani pemeriksaan di puskesmas dan lingkungan komunitas. Sementara itu, screening di sektor pendidikan berhasil menjangkau sekitar 11,1 juta anak sekolah. Kemenkes mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan dibanding tahun lalu, di antaranya kelompok dewasa yang meningkat pesat dari 12 juta menjadi 43 juta peserta, serta kelompok lansia yang kini mencapai 9,7 juta orang dari sebelumnya hanya 2,4 juta jiwa pada 2025.
Kendati mencatatkan tren positif, Kemenkes mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya cek kesehatan rutin, rasa takut terhadap hasil diagnosis medis, hingga keterbatasan waktu luang warga untuk datang melakukan pemeriksaan.