Kota Can Tho tengah bersiap melakukan lompatan besar menuju era digital dengan mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan menjalin kemitraan strategis global. Langkah ini bertujuan untuk mengubah kota tersebut menjadi pusat inovasi dan teknologi yang modern, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam upaya memperluas konektivitas, Viettel Can Tho menargetkan pembangunan lebih dari 1.650 stasiun pemancar (BTS) 5G pada akhir tahun 2026. Target ambisius ini diharapkan mampu menjangkau 85 persen wilayah geografis dan melayani 96 persen populasi di provinsi tersebut. Selain jaringan seluler generasi kelima, penyedia layanan ini juga berencana meningkatkan kapasitas port serat optik hingga mendekati 800.000 unit guna memastikan ketersediaan akses internet pita lebar yang merata.

Langkah serupa juga diambil oleh MobiFone Can Tho yang kini bertransformasi dari sekadar penyedia jasa telekomunikasi konvensional menjadi perusahaan teknologi digital. Melalui kesepakatan kerja sama jangka panjang periode 2026-2031 dengan Komite Rakyat Kota Can Tho, MobiFone berkomitmen merancang arsitektur data kota serta berkontribusi langsung dalam pengembangan konsep kota cerdas (smart city) hingga tingkat kecamatan.

Selain mengandalkan kekuatan domestik, Can Tho juga memperluas jaringan internasional dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama dua mitra asal Korea Selatan, yaitu ITS Korea dan ESG Global. ITS Korea akan memfasilitasi penelitian sistem transportasi cerdas berbasis kamera kecerdasan buatan (AI), sedangkan ESG Global difokuskan untuk menarik investasi teknologi pengolahan sektor pertanian dan perikanan. Kerja sama juga dijalin dengan GenAI Fund guna mendirikan pusat riset AI demi meningkatkan efisiensi administrasi publik.

Terkait tata kelola pembangunan, manajemen Viettel Can Tho menyarankan agar pemerintah setempat mendorong mekanisme berbagi infrastruktur pasif antar-operator. Penggunaan bersama tiang pancang, saluran kabel, dan fasilitas transmisi dinilai efektif menekan biaya sosial, menghindari duplikasi investasi, serta menjaga estetika tata kota agar tetap rapi dan modern.

Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Can Tho, Nguyen Van Khoi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempercepat realisasi sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan Taman Teknologi Tinggi Can Tho dan Taman Teknologi Informasi Terkonsentrasi. Ke depan, kota ini akan menerapkan model Pusat Inovasi Can Tho yang bertumpu pada empat pilar utama: koordinasi lintas sektor, kemitraan pemerintah-swasta (PPP), penguasaan teknologi mutakhir, dan komersialisasi produk inovasi.