Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat fondasi infrastruktur pusat data nasional melalui kerja sama strategis dengan ARM Limited, perusahaan teknologi ternama asal Inggris yang dikenal sebagai penyedia kekayaan intelektual teknologi semikonduktor global. Kemitraan ini diresmikan dalam acara "1-Dekade IDPRO 2026" di Jakarta pada Rabu (24/06).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 8% adalah melalui ekonomi digital. "Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya, data centernya baik," ujarnya. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan digital di kawasan ASEAN.

Kolaborasi dengan ARM, yang sebelumnya telah menandatangani kerangka kerja bersama Badan Pengelola Investasi Danantara, berfokus pada penguasaan teknologi hulu semikonduktor. Kerja sama mencakup rangkaian kegiatan vital mulai dari desain cip, perencanaan manufaktur, hingga program transfer teknologi dan pelatihan intensif bagi tenaga ahli lokal.

Hilirisasi dalam industri semikonduktor nasional ini ditargetkan untuk mendukung berbagai sektor strategis lainnya, termasuk industri kendaraan listrik (EV), sistem penyimpanan energi baterai, teknologi ponsel pintar, serta pengembangan Internet of Things (IoT). Penguasaan teknologi rancang bangun cip ini menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan talenta digital yang besar di dalam negeri.

Data menunjukkan bahwa Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga tahun 2030, atau setara dengan 600 ribu tenaga digital baru setiap tahunnya. Program pelatihan bersama ARM ini diproyeksikan dapat mempercepat kesiapan sumber daya manusia lokal untuk mengelola ekosistem digital yang handal dan aman.

Selain membangun infrastruktur fisik, pemerintah juga aktif memperkuat kerangka regulasi digital di tingkat regional. Indonesia terus mendorong implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN, yang diharapkan dapat segera ditandatangani pada pertemuan KTT ASEAN mendatang guna membuka peluang pasar ekonomi digital yang lebih luas bagi pelaku usaha domestik.