Industri farmasi dan alat kesehatan Indonesia berhasil menunjukkan tajinya di kancah internasional dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 2 juta atau setara Rp34 miliar. Pencapaian gemilang ini diraih dalam pameran bergengsi Biotechnology Innovation Organization (BIO) Asia-Taiwan 2026 yang berlangsung di Taipei Nangang Exhibition Center, Taiwan.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam ajang ini merupakan langkah strategis untuk mempromosikan keunggulan produk lokal. Langkah ini sekaligus menjadi jembatan penting untuk menembus pasar Taiwan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat inovasi medis dan farmasi terbesar di kawasan Asia.

Menurut Arif, kehadiran Indonesia tidak hanya sekadar membuka keran ekspor baru, melainkan juga memperluas jaringan bisnis global. Melalui pameran berskala internasional ini, Indonesia membidik peluang kolaborasi yang lebih luas dalam ranah riset ilmiah, investasi jangka panjang, inovasi produk, serta transfer teknologi dengan para pelaku industri dunia.

Dalam pameran tersebut, Kementerian Perdagangan melalui KDEI Taipei memfasilitasi tujuh perusahaan nasional yang bergerak di berbagai subsektor kesehatan. Perusahaan yang unjuk gigi tersebut meliputi PT Top Rawyale Indonesia, PT Shirudo Lab Berkat Abadi, PT Kalbe Genexine Biologics, PT Indoniaga Makmur Sejahtera, PT Gebang Surya Harapan, PT Konimex, dan PT Pharma Metric Lab.

Sepanjang pameran berlangsung, stan Indonesia menerima respons positif dari para pembeli potensial. Ketertarikan terbesar dari pengunjung mancanegara tertuju pada produk bahan baku berbasis bioteknologi, ekstrak herbal, suplemen kesehatan berbahan alami, serta layanan uji laboratorium klinis.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi batu loncatan yang kuat bagi industri bioteknologi dalam negeri untuk bersaing secara global. Sinergi yang solid antara pemerintah dan sektor swasta diyakini akan mempercepat integrasi produk kesehatan Indonesia ke dalam rantai pasok global serta mendongkrak nilai perdagangan nasional.