Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi kemandirian energi melalui peluncuran program B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan ambisius kepada jajaran menteri agar PLN mampu merealisasikan pembangunan tenaga surya sebesar 100 gigawatt dalam kurun waktu dua tahun.
Meski optimistis dengan target-target strategis di sektor energi, Presiden Prabowo mengungkapkan keresahannya terkait prestasi sepak bola Indonesia. Ia menilai bahwa capaian teknis dan industrial yang mumpuni, seperti keberhasilan memproduksi B50, harus dibarengi dengan daya saing di dunia olahraga internasional.
"Kita bisa meluncurkan B50, namun masih sulit untuk menembus Piala Dunia. Saya terus terang merasa resah dan belum puas dengan kondisi ini," ujar Prabowo di hadapan para menteri dan tamu undangan.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa sepak bola merupakan salah satu indikator kehormatan bangsa yang tidak boleh disepelekan. Ia secara khusus memberikan pesan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang diwakilkan melalui Boy Thohir, untuk merumuskan langkah konkret agar tim nasional Indonesia mampu tampil di ajang Piala Dunia.
Tidak hanya menyasar aspek teknis, Prabowo juga menanyakan kepada Menteri Keuangan terkait dukungan fiskal yang diperlukan untuk menunjang pencapaian prestasi sepak bola tersebut. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa harus terlihat secara menyeluruh, baik dari kemandirian ekonomi maupun kebanggaan di lapangan hijau.