Penyelenggaraan berbagai ajang olahraga dan momen libur sekolah terbukti membawa dampak positif bagi industri perhotelan di Kota Cirebon. Salah satu pemantik utamanya adalah perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (PORSENITAS) ke-XIII tahun 2026 yang berhasil mendongkrak rata-rata tingkat keterisian (okupansi) hotel hingga menyentuh angka 80 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, mengungkapkan bahwa tren positif ini sudah mulai terlihat sejak pertengahan Juni 2026 dengan okupansi di kisaran 70 hingga 80 persen. Kenaikan ini terus bertahan hingga pekan pertama dan kedua Juli 2026, yang didorong oleh tingginya volume wisatawan pada masa libur sekolah.
Imam menjelaskan bahwa selama ajang PORSENITAS berlangsung, sebagian besar tamu hotel berasal dari wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap. Menariknya, meski kompetisi olahraga tersebut hanya berlangsung selama lima hari, banyak kontingen dan penonton yang memilih memperpanjang masa tinggal mereka hingga satu pekan penuh untuk berwisata di Kota Cirebon.
Sementara itu, lonjakan kunjungan pada musim libur sekolah didominasi oleh wisatawan asal Bandung dan Jakarta. Kota Cirebon dinilai memiliki posisi strategis sebagai kota transit bagi para pelancong yang hendak melanjutkan perjalanan darat menuju berbagai destinasi di Jawa Tengah.
Melihat dampak ekonomi yang signifikan ini, PHRI Kota Cirebon berharap pemerintah daerah setempat dapat lebih aktif menginisiasi dan menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Langkah taktis ini dinilai efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor perhotelan dan pariwisata daerah secara berkelanjutan.