Penyelidikan kasus tewasnya Sumarna (42), petugas keamanan yang jasadnya ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kini mengarah pada dugaan pembunuhan. Berdasarkan hasil autopsi terbaru, polisi menduga kuat korban telah kehilangan nyawa sebelum tubuhnya dibuang ke dalam waduk.
Tim forensik menemukan indikasi kekerasan fisik yang signifikan pada jasad korban. Selain luka di wajah dan bagian belakang kepala, terdapat bekas jeratan di leher korban. Hasil pemeriksaan paru-paru juga memperkuat dugaan ini, di mana penyidik hampir tidak menemukan kandungan air maupun lumpur, yang menandakan korban tidak tewas dalam kondisi bernapas di dalam air.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi untuk mengungkap misteri ini. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti dari tempat kejadian perkara, termasuk dua buah borgol dan telepon genggam milik korban yang kini sedang dianalisis secara digital untuk melacak aktivitas terakhirnya.
Penyidik kini tengah mendalami berbagai motif potensial, termasuk persoalan keuangan yang sempat dihadapi korban. Sebagai Komandan Peleton Linmas, Sumarna diketahui sempat memegang dana BPJS Ketenagakerjaan untuk anggotanya yang belum sempat disalurkan. Meski demikian, kepolisian menegaskan belum menetapkan tersangka dan masih terus mengumpulkan bukti pendukung guna menyusun kronologi utuh peristiwa ini.