Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya dengan menyelenggarakan 'Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026'. Ajang bergengsi yang berlangsung di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi olahraga bela diri tradisional di tengah gempuran tren e-sport dan olahraga modern.

Perhelatan yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, yang dinilai sukses mereaktivasi seni bela diri lokal atau yang akrab dikenal dengan sebutan Kuntau, sebagai instrumen pembangunan karakter generasi muda.

Antusiasme peserta pada tahun ini mencatatkan angka fantastis dengan total 1.047 pendekar yang berkompetisi. Menariknya, dominasi peserta perempuan terlihat cukup menonjol dengan jumlah 558 orang, melampaui jumlah peserta laki-laki. Keberagaman peserta juga terlihat dari keterlibatan unsur TNI, Polri, serta masyarakat umum dari kalangan remaja hingga dewasa, yang menunjukkan sinergitas kuat antara aparat dan publik.

Sebagai wujud dukungan terhadap ekosistem pencak silat, pihak panitia tidak hanya menyediakan medali dan uang pembinaan, tetapi juga memberikan bantuan infrastruktur berupa puluhan matras latihan bagi para juara. Langkah ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi perguruan silat untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah.

Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Selain mengasah fisik, ajang ini ditujukan untuk menempa disiplin, sportivitas, dan rasa cinta tanah air, dengan harapan besar lahirnya atlet-atlet nasional yang mampu menembus ajang Olimpiade di masa depan.