Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro secara resmi meluncurkan program PGRI POWER di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (5/9/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat profesionalisme, karakter, serta penguasaan teknologi digital di kalangan pendidik dalam menghadapi arus disrupsi zaman.
Program yang diinisiasi melalui PGRI Smart Learning & Character Center (PSLCC) tersebut berfokus pada pembentukan ekosistem pendidikan yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Salah satu agenda prioritas yang diusung adalah Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI yang digelar secara hibrida, baik melalui moda daring maupun luring.
Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro, H. Muh Kuzaini, menegaskan bahwa nilai POWER merangkum lima pilar utama, yakni Professionalism (profesionalisme), Opportunity (kesempatan berkembang), Wisdom (kebijaksanaan), Excellence (keunggulan), dan Resilience (ketangguhan). Kelima nilai ini diharapkan menjadi pijakan bagi para guru untuk mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam kegiatan pembelajaran secara bijak.
Acara peluncuran yang dihadiri ratusan perwakilan guru se-Kabupaten Bojonegoro ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo, Ketua Panitia H. Budiono, serta narasumber dari PGRI Jawa Timur, Siti Chomsiyah dan Dr. Ali Basyah. Melalui inisiatif ini, PGRI Bojonegoro berkomitmen menciptakan sinergi guna mewujudkan guru unggul, siswa unggul, dan sekolah unggul di daerah setempat.