PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah pemerintah dalam mengonversi penggunaan LPG 3 kilogram menjadi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram. Dukungan ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur distribusi gas yang krusial untuk mensuplai kebutuhan CNG di tingkat rumah tangga.

Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menanti arahan teknis serta mekanisme bisnis dari pemerintah. Meski demikian, Pertagas berkomitmen untuk mengintegrasikan setiap pengembangan infrastruktur gas dengan program strategis nasional tersebut, termasuk kesiapan dalam operasional stasiun kompresi gas.

Proyek yang dikenal dengan nama "CNG Merah Putih" ini digagas oleh Kementerian ESDM sebagai upaya strategis menekan ketergantungan terhadap LPG impor. Berbeda dengan tabung konvensional, CNG Merah Putih menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan material komposit yang lebih ringan, sehingga diharapkan lebih praktis dan nyaman bagi masyarakat.

Saat ini, pemerintah sedang dalam tahap pengujian prototipe tabung di Lemigas untuk memastikan standar keamanan maksimal, terutama pada komponen katup (valve) dan ketahanan tekanan. Meski tahap awal melibatkan pengadaan dari Tiongkok, pemerintah menargetkan produksi domestik dalam skala masif agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat ke depannya.

Kementerian ESDM merencanakan implementasi bertahap dengan memprioritaskan wilayah kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan pipa gas memadai. Program ini diharapkan mampu memangkas beban subsidi energi hingga 30 persen, sembari memastikan harga jual tetap terjangkau setara dengan harga LPG bersubsidi saat ini.