Jajaran manajemen PSIM Yogyakarta melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedung Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk bersilaturahmi sekaligus menerima arahan strategis menjelang bergulirnya kompetisi Super League.

Rombongan yang dipimpin oleh Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno, turut didampingi oleh pelatih kepala anyar asal Belanda Jean-Paul van Gastel, Manajer Tim Iksan Mahar, serta Manajer Operasional Wendy Umar Seno Aji. Dalam kunjungan tersebut, manajemen menyerahkan jersei kandang untuk musim 2025/2026 serta album dokumentasi perjalanan klub sepanjang dua musim terakhir sebagai cendera mata kepada Ngarsa Dalem.

Dalam pertemuan hangat itu, Sri Sultan memberikan wejangan mendalam, khususnya mengenai kedisiplinan dan integritas para pemain. Beliau menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat bagi seorang atlet profesional, termasuk pengawasan ketat terhadap pola makan sehari-hari agar performa di lapangan tetap konsisten.

"Beliau berpesan agar pola makan pemain benar-benar dipantau dan disiplin dijaga. Jangan sampai sembunyi-sembunyi makan gorengan karena integritas atlet harus terus diawasi," ungkap Yuliana Tasno. Perempuan yang akrab disapa Liana ini mengaku bersyukur memiliki pemimpin daerah yang sangat menaruh perhatian besar pada perkembangan dunia olahraga.

Selain aspek fisik dan kedisiplinan pemain, Raja Yogyakarta tersebut juga memberikan saran taktis terkait tata kelola keuangan klub. Sri Sultan mendorong PSIM Yogyakarta untuk mencari terobosan pendapatan mandiri agar roda ekonomi klub berjalan sehat. Salah satu opsi inovatif yang disarankan adalah menjajaki potensi penerbitan obligasi guna membangun kemandirian finansial jangka panjang.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan manajemen untuk memaparkan portofolio Jean-Paul van Gastel yang dinilai memiliki visi selaras dengan target klub ke depan. Sebagai bagian dari persiapan sebelum berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, elemen tim PSIM sebelumnya juga telah melakukan ziarah ke makam leluhur Raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri.