Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara matang sejak dini demi menghadapi musim haji tahun 2027. Persiapan komprehensif ini tidak hanya mencakup aspek administratif, tetapi juga kesehatan fisik dan mental guna memastikan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan dengan aman dan lancar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ina dalam acara Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 di Kabupaten Bondowoso. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama setempat, pimpinan kelompok bimbingan (KBIHU), tokoh agama, serta para calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2027.

Dalam kesempatan tersebut, legislator Fraksi PDI Perjuangan ini mengapresiasi kesuksesan operasional haji tahun 2026, termasuk keberangkatan 916 jemaah asal Bondowoso. Meski demikian, ia mengingatkan adanya pengetatan aturan dari Pemerintah Arab Saudi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, terutama terkait jadwal persiapan yang kini dimulai lebih awal.

Menyoroti evaluasi musim haji sebelumnya, Ina membeberkan bahwa sebanyak 345 calon jemaah secara nasional gagal berangkat akibat tidak memenuhi kriteria istitha'ah kesehatan. Terlebih, angka kematian jemaah di Tanah Suci yang mencapai 369 jiwa didominasi oleh kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi.

Oleh karena itu, Ina meminta calon jemaah untuk segera membiasakan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Ia juga menekankan agar manasik haji ke depan tidak hanya fokus pada ritual ibadah, melainkan juga dibekali simulasi fisik dan pemahaman teknologi layanan haji terbaru.