BPJS Kesehatan secara resmi memperkenalkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI) sebagai upaya strategis untuk memastikan pemerataan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program ini menjadi fokus utama dalam agenda 100 hari kerja Direksi BPJS Kesehatan untuk memangkas hambatan akses layanan kesehatan di daerah terpencil.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa LANURI mengombinasikan dua metode pendekatan, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola melalui BPJS Keliling. VIOLA hadir sebagai kanal layanan berbasis video conference yang memungkinkan interaksi real-time antara masyarakat dengan petugas, sehingga urusan administrasi maupun pengaduan dapat diselesaikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.

Data menunjukkan bahwa efektivitas layanan VIOLA cukup signifikan, dengan tercatat lebih dari 218 ribu pemanfaatan layanan sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Integrasi layanan ini banyak dilakukan di fasilitas kesehatan maupun kantor pemerintahan desa, dengan mayoritas pengguna berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Menyadari keterbatasan infrastruktur internet di sejumlah wilayah, BPJS Kesehatan tetap mengoptimalkan layanan BPJS Keliling sebagai solusi jemput bola. Strategi ganda ini diterapkan di 558 titik kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia, yang mencakup 179 titik layanan keliling dan 379 titik layanan digital VIOLA. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi serta inklusi layanan kesehatan bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala oleh kondisi geografis maupun kesenjangan akses teknologi.