Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) guna memperkuat sistem pengawasan kawasan hutan nasional. Langkah ini direalisasikan melalui rencana pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk menghasilkan data pemantauan yang cepat, akurat, dan terintegrasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima audiensi jajaran manajemen PTDI di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, BUMN dirgantara itu memaparkan kesiapan sejumlah alutsista udara nirawak besutan mereka, termasuk tipe Wulung, Elang Hitam, serta EL120, yang dirancang andal untuk memantau wilayah hutan berskala luas serta mendeteksi aktivitas mencurigakan secara aktual.

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa luasnya bentang hutan di Indonesia menuntut adopsi teknologi mutakhir yang mampu mendukung kinerja tim di lapangan. Kehadiran drone diharapkan dapat mempermudah identifikasi dini terhadap potensi kerusakan lingkungan, seperti perubahan tutupan lahan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga praktik pembalakan liar yang sulit dijangkau lewat patroli darat konvensional.

Melalui integrasi data udara ini, Kemenhut menargetkan peningkatan efisiensi dan transparansi dalam tata kelola kehutanan. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen untuk mengkaji lebih dalam spesifikasi teknis drone PTDI agar sesuai dengan kebutuhan operasional di berbagai medan hutan Indonesia demi mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan.