Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan Pembinaan Literasi di Perpustakaan Daerah Babel, Pangkalpinang, pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini sekaligus mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi demi menunjang cita-cita mereka di masa depan.
Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, menegaskan bahwa budaya membaca merupakan fondasi krusial dalam membentuk karakter pembelajar dan memperluas wawasan anak-anak. Menurutnya, kegemaran membaca akan membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih impian dan siap menghadapi berbagai tantangan global.
Selain literasi, Noni juga mengingatkan para siswa untuk memperhatikan kebersihan mulut. Ia menekankan bahwa fisik yang sehat, termasuk gigi yang terawat, merupakan salah satu prasyarat utama untuk memasuki berbagai profesi impian seperti TNI, Polri, maupun pilot. Anak-anak diimbau membiasakan diri menggosok gigi secara rutin selepas sarapan dan sebelum tidur malam.
Senada dengan hal itu, drg. Suniti dari RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang menjelaskan bahwa pemeriksaan gigi idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali. Ia menyayangkan kecenderungan sebagian orang tua yang baru memperhatikan kesehatan gigi anak ketika sudah menginjak usia remaja akhir, yang sering kali terlambat untuk memenuhi standar syarat karier tertentu.
Lebih lanjut, drg. Suniti menyarankan agar anak-anak mengurangi konsumsi makanan manis dan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan berserat secara langsung tanpa dijus. Mengunyah buah secara utuh dinilai menjadi metode alami yang efektif untuk membantu membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan.
Acara yang diikuti oleh ratusan pelajar dari SDN 21, SDN 52, dan SDN 58 Pangkalpinang ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Mengusung program kerja TP-PKK Babel bertajuk "Beraksi" (Bergerak Aktif Bersama Bunda Noni), anak-anak juga diajak menikmati berbagai kegiatan interaktif, mulai dari edukasi bijak bergawai, permainan tradisional seperti congklak dan ular tangga, hingga sesi mendongeng edukatif.