Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkokoh posisinya sebagai kiblat pendidikan tinggi nasional. Kali ini, reputasi tata kelola institusinya menarik perhatian Universitas Esa Unggul dan Yayasan Pendidikan Kemala Bangsa yang melakukan kunjungan studi banding untuk mempelajari sistem pengelolaan pendidikan profesi kesehatan.
Pertemuan penting yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) Gedung Induk Siti Walidah ini disambut langsung oleh Wakil Rektor UMS, Prof. Supriyono. Dalam sambutannya, ia menyatakan keterbukaan UMS untuk membagikan formula sukses serta praktik terbaik akademik demi mendorong kemajuan bersama di dunia pendidikan tinggi.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, Prof. Umi Budi Rahayu, menjabarkan kekuatan ekosistem akademis di fakultasnya yang menaungi sembilan program studi dari empat rumpun keilmuan. Integrasi pengelolaan di tingkat universitas, yang dipadukan dengan otonomi pengembangan di tingkat fakultas, menjadi kunci sukses UMS dalam melahirkan tenaga kesehatan profesional.
Sementara itu, pimpinan delegasi Universitas Esa Unggul, Dr. Rian Adi Pamungkas, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan membedah strategi UMS dalam menjaga keberlanjutan transisi mahasiswa dari jenjang sarjana ke program profesi, serta kiat pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi ini juga diperkaya oleh paparan Dekan Fakultas Kedokteran UMS, Flora Ramona Sigit Prakoeswa, mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan pembangunan jejaring nasional. Sinergi antarinstitusi ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia hanya dapat dicapai melalui keterbukaan untuk saling belajar.