Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat karakter moral para aparatur sipil negara (ASN). Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui program pembinaan mental dan spiritual berkala, seperti ibadah bersama yang digelar bagi ASN beragama Kristen Protestan di Aula Dinas Kesehatan Kota Sibolga pada Senin (10/8/2026).

Kegiatan ibadah yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pegawai dari berbagai status kepegawaian, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu, hingga tenaga alih daya (outsourcing). Dinas Kesehatan Kota Sibolga bertindak sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan ibadah kali ini, yang diisi dengan puji-pujian serta siraman rohani dari Pendeta Robby Simanjuntak dari Gereja Protestan Indonesia (GPI) Ketapang.

Dalam khotbahnya yang merujuk pada kitab Hakim-Hakim 3:31 dengan tema “Hidup yang Berdampak”, Pendeta Robby mengulas teladan tokoh Samgar yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsanya meski dengan keterbatasan. Refleksi teologis ini diharapkan dapat memotivasi seluruh aparatur di lingkungan Pemko Sibolga agar senantiasa berdedikasi tinggi, bekerja dengan tulus, serta memberikan kontribusi nyata dalam melayani masyarakat tanpa harus menunggu posisi atau jabatan yang besar.

Program penguatan spiritual ini diinisiasi oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing. Kebijakan ini secara formal diatur melalui Surat Edaran Wali Kota Sibolga Nomor: 451.12/77/2026, yang menginstruksikan pelaksanaan ibadah bagi pegawai muslim (salat Zuhur berjamaah) serta kebaktian bagi pegawai beragama Kristen dan Katolik.

Demi menjaga keseimbangan antara pembinaan rohani dan profesionalisme kerja, ibadah rutin ini dijadwalkan secara bergiliran bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari hari Senin hingga Kamis. Melalui manajemen waktu yang tertata ini, Pemko Sibolga memastikan bahwa aktivitas spiritual pegawai tidak akan mengganggu efisiensi dan kelancaran pelayanan administrasi maupun publik di Kota Sibolga.