Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar orientasi khusus bagi puluhan tenaga kesehatan puskesmas di Brits Hotel Pangkalan Bun. Langkah ini diambil guna memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh sedikitnya 59 peserta yang terdiri atas pengelola Promosi Kesehatan (Promkes), pengelola Gizi, serta pengelola Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang mewakili 18 Puskesmas di seluruh wilayah Kobar. Melalui pelatihan ini, para tenaga kesehatan dibekali keterampilan teknis untuk mendampingi kader Posyandu serta mengoptimalkan layanan berbasis siklus hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardiono, menegaskan pentingnya Posyandu dalam mendekatkan akses pelayanan medis ke tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa seiring dengan bergulirnya transformasi kesehatan dan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu kini dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih terpadu bagi seluruh kelompok usia secara berkelanjutan.

Menurut Hardiono, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kapasitas tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas yang bertindak sebagai pembina langsung di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi ini menjadi instrumen strategis demi menjamin kualitas pembinaan Posyandu berjalan optimal di setiap wilayah kerja.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi mengenai arah kebijakan baru Transformasi Layanan Primer, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut pembinaan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kobar turut dilibatkan untuk memberikan pemahaman mengenai kolaborasi lintas sektor dalam penguatan kelembagaan dan pemberdayaan kader.