Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkokoh kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi nuklir. Langkah ini diwujudkan melalui pengiriman periset ke pusat laboratorium International Atomic Energy Agency (IAEA) di Seibersdorf, Austria, untuk mengikuti pelatihan intensif mengenai teknik X-Ray Fluorescence (XRF) yang berlangsung sepanjang awal Juni 2026.

Kegiatan bertajuk Training Workshop on Good Practices in X-Ray Fluorescence tersebut diikuti oleh berbagai delegasi internasional. Feni Fernita Nurhaini, periset dari Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN, menjadi representasi Indonesia dalam mengasah keterampilan teknis mulai dari preparasi sampel hingga interpretasi data yang kompleks menggunakan instrumen mutakhir.

Selama dua pekan, peserta diberikan akses penuh ke fasilitas Nuclear Science and Instrumentation Laboratory (NSIL) milik IAEA. Pelatihan mencakup penguasaan instrumen canggih seperti Energy-Dispersive X-Ray Fluorescence (EDXRF), Total X-Ray Fluorescence (TXRF), serta micro-XRF. Teknik ini krusial karena bersifat non-destruktif, memungkinkan identifikasi komposisi unsur material secara presisi tanpa merusak sampel.

Feni mengungkapkan bahwa interaksi langsung dengan pakar nuklir dunia serta periset dari berbagai negara memberikan perspektif baru bagi pengembangan riset di tanah air. Kesempatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi global dalam menjawab tantangan sains modern.

Sekembalinya ke Indonesia, Feni menargetkan implementasi ilmu yang didapat untuk optimalisasi laboratorium BRIN, khususnya dalam sektor analisis lingkungan. Ia berencana menerapkan teknik preparasi sampel yang lebih efisien serta validasi instrumen yang ketat guna memastikan hasil penelitian nasional tetap kompetitif di kancah internasional.